Featured Post

MENGAPA PENYAKIT TAK KUNJUNG SEMBUH..?

Serupa Tapi Tak Sama 1. Penyakitnya didiagnosa sama baik secara jenis dan stadiumnya. 2. Diberi resep dan atau perlakuan yang sama. Progno...

CARA MENGEMBALIKAN SUKMA YANG TERLEPAS

TERAPI QURAN TANGERANG











بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim

Tubuh manusia terdiri dari 3 unsur : (Lihat gbr diatas)
1. Ruh Hayat  => yang Allah tiupkan saat kita berusia 120 hari dalam kandungan ibu.

2. Jiwa/Nafs atau Sukma  => Jumlah sukma banyak ditubuh kita sebanyak fungsi-fungsi penggerak tubuh. Ibnul Qoyim menyebutnya sebagai Ruh Yaqzhah (Ruh Penggerak)

3Jasad atau Fisik


Banyak diantara kita yang Jiwa/sukma/Nafs-nya tidak utuh, terlepas dari tubuhnya dikarenakan faktor ;
- Perjanjian Nasab/Leluhurnya dengan jin,
- Perbuatan kita sendiri yang tanpa disadari telah mempelajari ilmu-ilmu yang kaitannya dengan jiwa yang berasal dari orang kafir atau sumber yang selain Islam yang tidak jelas sanad ilmu seperti ilmu kebathinan, ilmu pernafasan, Hypnotis, memiliki jimat dll, 
- Disihir atau diguna-guna oleh dukun
- Terguncang krn suatu masalah atau korban kekerasaan
- Senang atau hoby bermain game seperti COC, Mobile Legend & FUBG.


Ciri sukma yg lepas diataranya :
- Penyakit yg tak kunjung sembuh atau kambuhan
- Ngantukkan
- Mudah lupa
- Malas atau berat untuk belajar
- Emosional
- Stress atau Depresi
- Hilang ingatan/ Gangguan kejiwaan
- Ada bagian fisik atau fungsi tubuh yg lemah
- Dan lainnya


Selain diruqyah maka pasien juga harus ditarik kembali sukmanya agar bersatu kembali sehingga utuh dalam dirinya.

Berikut, doa dan ayat-ayat yang dibacakan agar sukma/Nafs kita bisa kembali lagi.

Dibaca setelah selesai Ruqyahan atau diwaktu setelah sholat khususnya setelah sholat Tahajud.


DOA IKHTIAR
Pembebas, Pengembali & Pembersih Sukma

Silakan dibaca dengan sungguh-sungguh memohon kepada ALLaah swt berkenan membebaskan dan mengembalikan jiwa-jiwa (sukma-sukma).

Jika sempat, silakan dahului dengan sholat sunnah dua rokaat (sholat sunnah mutlak) memohon pertolongan ALLaah swt..

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
________

Awali dengan memohon kepada ALLaah agar berkenan mengembalikan & menyatukan semua sukma kita yg terlepas dari tubuh kita dimanapun sukma itu berada.

Kemudian baca,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

‎وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).
[QS. An-Nisa (4): 45]


Awali dengan Hamdalah dan sholawat.


Baca Quran Surat Al-Fath (48): 1 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Inaa fatahnaalaka fat-ham mubiinaa

Sesungguhnya Kami telah kemenangan/pembukaan/pembebasan kepadamu kemenangan/pembukaan/pembebasan yang nyata. 



Baca Quran Surat An-Nasr (110): 1 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

Idzaa jaaa-a nashruLLaahi wal fath

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan/pembebasan. 



Baca Quran Surat Al- A'af (7): 89 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ  عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا   ۗ  رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَـقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ

wasi'a robbunaa kulla syai`in 'ilmaa, 'alallohi tawakkalnaa, robbanaftah bainanaa wa baina qouminaa bil-haqqi wa anta khoirul-faatihiin

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik."


Baca Quran Surat Al-Isra' (17): 80-81 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

waqur Robbi adkhilniy mudkhola shidqin wa-akhrijniy mukhroja shidqin waj'al liy mil-ladunKa sulthoonan nashiiroo

Dan katakanlah: "Ya Robb-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.


وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

waqul jaaa-al haqqu wazahaqol baathil, innal baathila kaana zahuuqoo

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. 



Baca Doa Pengembalian Nafs (3×)

رَبَّنَا أَرْسِلْ إِلَيْنَا أَنْفُسَنَا وَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهٖ عِبَادَكَ ٱلصَّالِحِيْنَ...

Robbanaa arsil ilainaa anfusanaa wahfazh-haa bimaa tahfazhu bihii 'ibaadaKash shoolihiin..

Ya ALLaah, kirimkanlah kembali kepada kami jiwa-jiwa kami itu dan jagalah dia (jiwa-jiwa itu) sebagaimana Engkau menjaga hamba-hambaMu yang shalih.



Panggil Nafs dengan nama ALLaah..

بسم الله الرحمن الرحيم

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ ..!
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ ..!
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ ..!


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Yaa ayyatuhan nafs.. irji'iy.. (3×)

"Wahai nafs, kembalilah (ke tempatnya)"


Baca Quran Surat Yusuf (12): 83 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا  ۚ  إِنَّهُۥ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

'asallohu ay ya`tiyanii bihim jamii'aa, innahuu huwal-'aliimul-hakiim

"Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."


Baca Quran Surat Al-Baqoroh (2): 260 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا  ۚ  وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

tsummad'uhunna ya`tiinaka sa'yaa, wa'lam annaLLooha 'aziizun hakiim

"kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."


Baca Quran Surat Al-Baqoroh (2): 148  (baca 5 s/d 10 kali)

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ainamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Di mana saja kalian berada pasti ALLaah akan mengumpulkan kalian semua. Sesungguhnya ALLaah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 



Setelah itu, Baca Surat Al Fatihah : 1-7



Lalu Baca Doa Tazkiyyah (3×)

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.



Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah pemiliknya. [HR. Muslim]



Kemudian Doa,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَنََعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ والْبُخْلِ ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

ALLoohumma innaa na'uudzubika minal hammi wal hazani wa na'uudzubika minal 'ajzi walkasali wa na'uudzubika minal jubni wal bukhli wa na'uudzu bika min gholabatid daiyni waqohrir rijaali


“Ya ALLaah kami berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan kami berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan kami berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang.”


Lanjutkan Doa Kesembuhan:

ُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

ALLaahumma Robban naasi adzhibil ba`sa isyfi wa antas syaafi laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqomaa

Ya ALLaah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan sakit lainnya.


Akhiri dengan doa Sapu Jagat dan Hamdalah serta sholawat.

Tiupkan ke telapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh.

MEMAHAMI 'AIN

DAMPAK 'AIN/NAFS ADALAH NYATA
Banyak, Kuat, Cepat dan Tepatnya Bekerja

'Ain adalah salah satu penyebutannya saja


Kalau kita menyimak berbagai penjelasan dan contoh bagaimana dampak dari 'Ain/Nafs bisa berakibat mencelakakan hingga kematian dan bagaimana "teknik" terapi akibat dampak dari 'Ain/Nafs tersebut, kita bisa sedikit memahaminya.


Cepat dan tepatnya 'Ain/Nafs bekerja



حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ حُمَيْدِ بْنِ قَيْسٍ الْمَكِّيِّ أَنَّهُ قَالَ
دُخِلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنَيْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ لِحَاضِنَتِهِمَا مَا لِي أَرَاهُمَا ضَارِعَيْنِ فَقَالَتْ حَاضِنَتُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ تَسْرَعُ إِلَيْهِمَا الْعَيْنُ وَلَمْ يَمْنَعْنَا أَنْ نَسْتَرْقِيَ لَهُمَا إِلَّا أَنَّا لَا نَدْرِي مَا يُوَافِقُكَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَرْقُوا لَهُمَا فَإِنَّهُ لَوْ سَبَقَ شَيْءٌ الْقَدَرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ


Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Humaid bin Qais Al Makki berkata; "Suatu ketika dua anak Ja'far bin Abu Thalib dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ. Beliau bertanya kepada perawatnya: "Kenapa aku melihat keduanya sangat kurus?" penjaganya menjawab, "Wahai RasuluLLaah, penyakit 'ain telah menyerang mereka berdua dengan cepat. Tidak ada yang menghalangi kami untuk meminta mereka diruqyah, hanya saja kami tidak mengetahui apakah anda menyetujuinya.' RasuluLLaah ﷺ lalu bersabda: 'Ruqyahlah mereka, karena sesungguhnya jika ada yang dapat mendahului takdir, niscaya penyakit 'ain-lah yang akan mendahuluinya.
(HR. Malik: 1473)



عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu 'Abbas dari Nabi ﷺ bersabda: "Penyakit yang timbul dari pengaruh 'Ain memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar, tentulah itu pengaruh pandangan mata. Karena itu apabila kamu disuruh mandi, maka mandilah!
(HR. Muslim: 4058)


Bahkan Ain/Nafs termasuk kategori kasus terbanyak Penyebab Kematian​


عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : ​Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain.
(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Shahiihul-Jaami’ no. 1206).


Kisah dampak 'Ain "tidak sengaja" diniatkan dari seorang sahabat Nabi ('Amir bin Rabi'ah veteran Badr) kepada sahabat lainnya (Sahl bin Hunaif) yang nyaris "membunuh" Sahl. Adalah salah satu bukti kuat, cepat dan tepatnya 'Ain bekerja. (Hadits Malik, Ahmad, Nasai).

'Ain atau Nafs

Disebut 'Ain karena gejolak jiwa itu umumnya disalurkan lewat penglihatan. Dan penglihatan itu cepat (kecepatan cahaya) dan tepat, sesuai obyek yang dijangkaunya.
Dampak gejolak nafs (jiwa) itu bisa juga disalurkan lewat bayangan (batin)nya atau lewat kata-kata. Dan pemilik gejolak jiwa itu tidak harus berada di lokasi obyek yang menjadi sasarannya.
Ibnul Qoyyim menyebutkan,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية


Dan pengaruh jiwa pemilik 'ain bukan hanya dengan jalan melihat (dengan mata). Bahkan orang buta pun yang membayangkan sesuatu bisa memberi dampak dengan jiwanya itu sekalipun dia tidak melihatnya (sesuatu itu). Dan banyak kasus yang diakibatkan pemilik 'ain yang menimpa ma'yun (orang yang di'aini) dengan cara membayangkannya (mendeskripsikannya) saja tanpa melihat.




Hati-hati dengan Gejolak Jiwa

Gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".

​Gejolak Positif​ seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira (yang tidak disertai tabrik ungkapan/doa keberkahan)
​Gejolak negatif​ seperti: Hasad, benci, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan.

Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan bahkan kepada dirinya sendiri.

Jika gejolak jiwa yang kadang disertai ucapan atau kadang hanya membatin saja itu tersalurkan melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut ​Nafs​ (saja).

"Diantara" terapi efektifnya adalah dengan menyentuhkan "bekas" dari pihak yang terkait dengan gangguan 'ain-nya tersebut kepada dirinya. Yang terbaik adalah bekas kebaikannya. Jika tidak ada maka bekas apapun yang berasal dari bagian pihak yang terkait dengan gangguan 'ain-nya tersebut disentuhkan kepada pihak yang terkena gangguan.



Sumber 'Ain/Nafs itu ada tiga:
1. Manusia,
2. Jin,



ففي
 سنن النسائي عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَعَوَّذُ مِنْ عَيْنِ الْجَانِّ وَعيْنِ الإنسِ فَلَمَّا نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَى ذَلِكَ.

Dari Abu Nadhroh dari abi Sa'id al-Khudri radhiyaLLaahu 'anhu berkata, bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam senantiasa berlindung dari kejahatan 'ain jin dan 'ain manusia. Kemudian tatkala turun dua surat perlindungan (Al-Falaq dan An-Naas) maka Nabi mengambil (beralih) kepada kedua surat itu dan meninggalkan selainnya.
(Sunan an-Nasai)


3. Hewan.

'Ain Hewan


عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : الكلاب من الجن، فإذا غشيتكم عند طعامكم، فالقوا لهن فإن لها نفسا
(ذكره الإمام عبدالبر في التمهيد (14/229) والقاضي بدر الدين الشبلي في اكام المرجان في أحكام الجان
)


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyaLlaahu 'anhumaa bahwa beliau berkata:  anjing adalah bagian dari bangsa jin maka apabila ia mengerumunimu saat makan lemparkanlah sesuatu ke arahnya karena memiliki (pengaruh) jiwa/al-‘ain.
(Al-Imam Abdul Baarr - di kitab At-Tamhid jilid 14 hal.229, Al-Qadhi Badrud Dien Asy-Syibliy - di kitab Akaamul Marjan Fii aahkaamil Jaan)


قال ابن القيم رحمه الله تعالى
...  فمنها ما تشتدُّ كيفيتُها وتقوى حتى تؤثر في إسقاط الجنين، ومنها ما تؤثر في طمس البصر، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم في الأَبْتَر، وذي الطُّفْيَتَيْن مِنَ الحيَّات: "إنَّهمَا يَلتَمِسَان البَصَرَ، ويُسقطان الحَبَلَ". زاد المعاد (149/4).


Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan :

“(Ada jenis jiwa buruk) yang kuat karakternya bisa memberi dampak menimpa membahayakan hingga membuat janin gugur dari kandungan, dan ada yang membuat mata menjadi buta, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai AL-ABTAR (ular yang pendek buntutnya/ ular buntung) dan mengenai DZU THUFYATAIN (ular yang memiliki 2 garis hitam di punggungnya)…

Diantara ular : “”Sesungguhnya dua jenis ular itu membutakan mata manusia, dan menggugurkan kandungan”.
(Zaadul Ma’aad jilid 4 hal.149)




PERBEDAAN ‘AIN dengan SIHIR

1. Bahwa pengaruh 'Ain bisa lebih berbahaya dari sihir.
.
2. Kebanyakan kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘Ain kebanyakan tidak ada exfirednya.
.
3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untuk mencelakakan, sedangkan al-‘Ain kadang tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri atau dirinya sendiri.
.
4.Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT sedangkan al-‘Ain bisa melesat dari orang yang SHALEH.
.
5.Saking bahayanya al-‘Ain sampai - sampai Rasulullah bersabda :

ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻳﻤﻮﺕ ﻣﻦ ﺍﻣﺘﻲ ﺑﻌﺪ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﻗﺪﺭﻩ ﺑﺎﻟﻌﻴﻦ

“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat” (HR.Bukhari).


Indikasi Penyakit karena ‘Ain menurut Ulama’ :
1. Rasa sakit yang berpindah – pindah di badan.
2. Sebagian besar penyakit kanker/tumor/benjolan.
3. Penyakit asma.
4. Lumpuh mendadak.
5. Mandul.
6. Diabetes.
7. Tekanan darah tidak stabil.
8. Datang bulan tidak teratur.
9. Beberapa penyakit dalam seperti usus.
10. Beberapa penyakit kejiwaan, seperti sempit hati, was-was, linglung, dsb.


Ciri-ciri seseorang yang sudah terkena ‘Ain :
■ Kepala pusing.
■ Rasa sakit kepala yang berpindah - pindah.
■ Warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah - merahan bercampur hitam.
■ Banyak keluar keringat.
■ Sering buang air kecil.
■ Sering ingin muntah.
■ Tidak ada nafsu makan.
■ Kedua tangan dan kaki sering berkeringat disertai kesemutan.
■ Kesemutan
■ Rasa panas / dingin di beberapa bagian tubuh.
■ Jantung berdebar.
■ Rasa sakit yang berpindah-pundah atau nyeri pada bagian. bawah punggung dan bahu.
■ Rasa sedih.
■ Dada sesak.
■ Berkeringat di malam hari.
■ Rasa takut yang berlebihan.
■ Temperamental.
■ Sering cegukan.
■ Sering menguap dan Mendesah.
■ Menyendiri dan suka mengurung diri.
■ Rasa lemas dan malas.
■ Rasa ingin tidur terus atau sebaliknya.
■ Susah tidur malam.
■ Badan kurus/susah gemuk.
■ Ada masalah kesehatan tanpa penyebab yang jelas dan sulit diobati scara medis.
■ Gatal-gatal pada kulit.
■ Anak tiba-tiba sering rewel sulit diatur.

(Sumber diambil dari kitab “Min asbaabi daf’i al-bala’ karya syaikh Abdullah bin Muhammad As Sadhan dan “Al Ma’iin Fii ‘Ilaaj As Sihr Wal Mass Wal ‘Ain karya syaikh Abu ‘Azzam Musa)



Berikut Ceramah tentang Bahaya Ain dari sisi Ain karena pujian/kagum

Semoga bermanfaat.








WASPADALAH PENYEBAB SUAMI ISTRI SERING BERTENGKAR & SESEORANG TELAT MENIKAH

TERAPI QURAN TANGERANG


Menyikapi banyaknya kasus2 terapi quran yang jinnya jatuh cinta kepada Manusia.

Fenomena sekarang ini, batas usia menikah seseorang semakin tinggi. Bahkan banyak orang yang menikah pada umur lebih dari 30 tahun atau 40 tahun. 
Mereka menunda pernikahan karena berbagai alasan. Tapi secara tidak sadar, hal ini merupakan jebakan jin setan agar kita jauh dari sunnah Rasulullah.

Juga terkait banyaknya kasus perceraian dan keributan dlm rumah tangga.

WASPADALAH, bisa jadi semua itu disebabkan adanya belenggu jin yg mencintai kita.

Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “An-Nubuwwaat” menjelaskan bahwa terkadang jin bisa jatuh cinta juga pada manusia layaknya manusia yang mencintai manusia lainnya, seperti laki-laki yang cinta pada seorang perempuan, begitu juga sebaliknya. Karena perasaan cintanya itu, mereka juga bisa merasakan cemburu. Bahkan ia melakukan segala hal untuk mendukung kecemburuannya itu.

Apabila orang yang dicintai sedang bersama perempuan atau laki-laki lain, maka sifat cemburunya akan muncul. Salah satu cara untuk memenuhinya adalah dengan membunuh orang tersebut atau segala hal yang bisa memenuhi nafsunya. 
Hal ini pun benar-benar terjadi, bahkan bisa dilihat dari tanda-tanda orang terkena gangguan jin.



Berdasarkan penjelasan tersebut, seorang muslim dan muslimah seharusnya selalu mengingat Allah dengan cara berdzikir sebagaimana yang telah dicontohkan Rasul pada umat manusia, khususnya berdoa ketika melakukan hubungan suami istri dan ketika masuk ke kamar mandi serta senantiasa berwudhu ketika hendak tidur dan menutup auratnya.

Hal ini dikarenakan, setan dapat ikut campur dalam hubungan badan apabila hubungan tersebut tidak diawali dengan nama Allah atau berdzikir pada-Nya. Selain itu, hal ini bisa menjadi penyebab jin jatuh cinta pada manusia.


Lalu bagaimana kita bisa melihat tanda-tanda orang yang sedang dicintai oleh Jin? 



Inilah ciri-ciri ada gangguan jin yang bisa kita lihat:

1. Sering mimpi basah (jima’) tanpa alasan. Beberapa mimpi basah yang memiliki sebab adalah karena baligh, karena melihat sesuatu yang merangsang, sering membayangkan hubungan badan, dan karena air mani terlalu penuh sehingga harus dibuang. Ada juga mimpi basah karena adanya gangguan sehingga mimpi basahnya terlalu lama dan apa yang dibayangkan terasa kenyatan. Setelah mimpi basah, biasanya badan akan terasa letih, capek, dan lemas.

2. Mimpi menikah atau seolah akan dilamar dan dipaksa sekelompok orang untuk menikah.

3. Merasakan bayangan yang sama di sisi tempat tidur.


4. Enggan menikah.


5. Merasakan jika di sampingnya ada bayangan seseorang yang tidur dan berbaring, biasanya ketika akan tidur.


6. Setelah berhubungan dengan istri atau suaminya, ia merasa sedih dan dadanya sempit karena merasa tak ada gairah.


7. Bila menikah, merasa tidak nyaman ketika bermesraan dengan pasangan.


8. Tidak memiliki keinginan secara alami untuk berhubungan dengan pasangannya. Biasanya orang seperti ini akan melakukan hubungan karena terpaksa dan hanya melakukan kewajiban saja.


9. Tidak tertarik kepada lawan jenis.


10. Dorongan kuat untuk selalu melakukan masturbasi atau onani.


11. Susah memiliki keturunan, meskipun ia subur dan tidak mandul.



Berdasarkan tanda-tanda gangguan jin pada manusia tersebut, cobalah introspeksi ke diri kita sendiri. 

Apabila terdapat satu atau beberapa tanda di dalam diri kita, maka segeralah bertaubat dan meminta perlindungan kepada Allah. Jangan sampai karena jin itu mencintai kita, akan membuat kita selalu terjerumus dalam perbuatan dosa.

Solusi memutus belenggu jin yg mencintai (menggauli) kita adalah dengan berdoa  memohon kpd Allah pertolongan &  perlindunganNya,  mengucapkan ikrar bahwa kita tdk mau dan tidak ridho ada jin yg mencintai kita lalu minta Allah putuskan belenggunya dan sadarkan jin tersebut, lalu baca ayat pemutus Al Baqoroh : 166 beberapa kali & surat Ar-Rum : 21 berulang ulang (jika perlu 20 kali) lalu tiup ketelapak tangan dan usapkan keseluruh tubuh termasuk area kemaluan.

Selamat Mencoba


Ucapkan : Ya Allah putuskanlah semua belenggu jin yang selama ini menggauliku.
Aku tidak mau dan tidak ridho ada jin yang menggauliku.

Baca Surat Al-Baqarah 166 sebanyak 10 kali

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.


lalu ucapkan : Wahai Jin yang mencintai/mengauliku buka hati dan telonga kalian dengarkan ini baik-baik :

Bacakan Surat Ar-Rum : 21

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.


Semoga bermanfaat